PT Remote Pilot Indonesia
BerandaTentangPelatihanSertifikasiBlogGaleriFAQKontak
Minta Penawaran
PT Remote Pilot Indonesia

Pusat Pelatihan dan Sertifikasi Remote Pilot terkemuka di Indonesia. Kami berkomitmen untuk menghasilkan pilot drone profesional yang kompeten dan tersertifikasi.

InstagramYouTubeLinkedIn

Navigasi

  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Program Pelatihan
  • Sertifikasi

Dukungan

  • Galeri
  • FAQ
  • Careers
  • Kontak

Kontak

  • [email protected]
  • 0811 319 191

© 2026 PT Remote Pilot Indonesia. All rights reserved.

Kebijakan PrivasiSyarat & KetentuanDisclaimer
Kembali ke Blog
Regulasi|2024-07-22•Tim Remote Pilot

FAA Part 107 (USA) vs CASR 107 (Indonesia): Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Ketat?

Banyak pilot Indonesia yang belajar dari tutorial YouTube Amerika. Tapi hati-hati, aturan FAA dan CASR punya perbedaan krusial yang bisa bikin Anda kena sanksi.

FAA Part 107 (USA) vs CASR 107 (Indonesia): Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Ketat?
Daftar Isi
  • Dua Regulasi, Satu Tujuan: Keselamatan Udara
  • Persamaan Fundamental (Common Ground)
  • Perbedaan Krusial yang Sering Diabaikan
  • Mana yang Lebih Ketat?
  • Apakah Sertifikat FAA Berlaku di Indonesia?
  • Kesimpulan

Dua Regulasi, Satu Tujuan: Keselamatan Udara

Jika Anda sering menonton tutorial drone di YouTube, kemungkinan besar Anda belajar dari konten creator Amerika yang mengacu pada FAA Part 107. Namun, di Indonesia, kita mengikuti CASR 107 (Civil Aviation Safety Regulations) yang diadopsi dari standar ICAO dengan penyesuaian lokal.

Meskipun kedua regulasi ini memiliki banyak kesamaan (karena sama-sama mengacu pada standar internasional ICAO), ada perbedaan signifikan yang WAJIB Anda pahami agar tidak melanggar hukum tanpa sadar.

Persamaan Fundamental (Common Ground)

Sebelum membahas perbedaan, mari kita lihat apa yang sama:

  • Altitude Limit: Kedua regulasi membatasi ketinggian maksimal 120 meter (400 feet) AGL.
  • VLOS Requirement: Pilot harus menjaga Visual Line of Sight dengan drone.
  • Right of Way: Drone harus mengalah kepada pesawat berawak. Lihat hirarki prioritas udara.
  • No Flying Over People: Dilarang terbang di atas kerumunan orang tanpa izin khusus.
  • Daylight Operations: Operasi standar hanya boleh siang hari. Terbang malam butuh waiver.

Perbedaan Krusial yang Sering Diabaikan

1. Registrasi Drone

FAA (USA): Drone di atas 250 gram wajib registrasi online di FAADroneZone ($5 untuk 3 tahun). Nomor registrasi ditempel di drone.
CASR (Indonesia): Drone di atas 250 gram wajib registrasi di SIDOPI (GRATIS). Prosesnya lebih birokratis, butuh upload KTP dan foto serial number.

2. Lisensi Pilot

FAA (USA): Semua operasi komersial wajib punya Part 107 Certificate (ujian teori 60 soal, passing score 70%). Biaya ujian $175.
CASR (Indonesia): Operasi komersial wajib punya Remote Pilot License dari DKPPU. Prosesnya lebih panjang: training 40 jam + ujian teori + ujian praktik. Biaya bisa mencapai Rp 10-15 juta. Lihat perbedaan hobi vs komersial.

3. No Fly Zone (NFZ)

FAA (USA): Menggunakan sistem UAS Facility Maps (UASFM). Pilot bisa request LAANC (Low Altitude Authorization and Notification Capability) secara otomatis untuk terbang di controlled airspace dalam hitungan menit.
CASR (Indonesia): Sistem No Fly Zone lebih ketat dan kurang transparan. Tidak ada sistem LAANC otomatis. Izin terbang di zona KKOP harus diajukan manual ke AirNav Indonesia, bisa memakan waktu 3-7 hari kerja.

4. Alcohol & Drugs

FAA (USA): BAC limit 0.04%, aturan "8 hours bottle to throttle".
CASR (Indonesia): Sama, tapi penegakan hukumnya masih lemah. Belum ada kasus pilot drone di Indonesia yang di-test alkohol. Namun, jika terjadi kecelakaan dan ditemukan jejak alkohol, sanksi pidana akan berlapis.

5. Remote ID

FAA (USA): Remote ID sudah wajib sejak September 2023 untuk semua drone baru.
CASR (Indonesia): Remote ID masih dalam tahap sosialisasi, diprediksi wajib 2025-2026.

6. Accident Reporting

FAA (USA): Wajib lapor dalam 10 hari jika ada cedera serius atau kerusakan properti >$500.
CASR (Indonesia): Sama, tapi threshold kerusakan disesuaikan (Rp 7,5 juta). Lihat panduan lengkap accident reporting.

Mana yang Lebih Ketat?

Secara umum, CASR 107 Indonesia lebih ketat dalam hal birokrasi dan izin, sementara FAA Part 107 lebih ketat dalam hal enforcement (penegakan hukum).

Di Amerika, FAA punya sistem tracking yang canggih dan aktif menindak pelanggar. Di Indonesia, penegakan hukum masih sporadis, tapi jika Anda ketahuan, sanksinya bisa sangat berat (termasuk pidana).

Apakah Sertifikat FAA Berlaku di Indonesia?

TIDAK otomatis. Jika Anda punya FAA Part 107 Certificate dan ingin terbang komersial di Indonesia, Anda harus mengurus Validation of Foreign License ke DKPPU. Prosesnya rumit dan butuh sponsor lokal. Alternatifnya, sewa pilot lokal sebagai Safety Pilot.

Kesimpulan

Jangan asal copy-paste aturan dari tutorial YouTube Amerika. Pahami CASR 107 yang berlaku di Indonesia. Jika ragu, konsultasi dengan instruktur drone lokal atau lawyer yang paham aviation law.

Tags

#FAA Part 107#CASR 107#perbandingan regulasi#USA vs Indonesia#international drone law
Promo

Sertifikasi Pilot Drone

Dapatkan lisensi resmi untuk menerbangkan drone secara legal di Indonesia

Hubungi Kami
Kursus
Logo Pelatihan

Pelatihan Pemetaan Menggunakan Drone

Pelajari teknik pemetaan udara profesional dengan drone

Daftar Sekarang

Artikel Terkait

Sanksi Hukum dan Denda Menerbangkan Drone Tanpa Izin: Jangan Sampai Menyesal!
Regulasi

Sanksi Hukum dan Denda Menerbangkan Drone Tanpa Izin: Jangan Sampai Menyesal!

Terbang sembarangan bisa berujung penjara. Pelajari sanksi hukum dan denda administratif bagi pelanggar regulasi penerbangan drone di Indonesia.

Mengenal KKOP: Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan yang Haram untuk Drone
Regulasi

Mengenal KKOP: Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan yang Haram untuk Drone

Zona Merah bukan sekadar garis di peta, ini adalah area hidup-mati. Pelajari pembagian zona KKOP di sekitar bandara agar drone Anda tidak membahayakan pesawat.

Panduan Mengurus Security Clearance (SC) untuk Misi Pemetaan Udara
Regulasi

Panduan Mengurus Security Clearance (SC) untuk Misi Pemetaan Udara

Langkah pertama sebelum NOTAM. Pelajari prosedur birokrasi mengurus Security Clearance di Kementerian Pertahanan/Mabes TNI untuk proyek drone Anda.