PT Remote Pilot Indonesia
BerandaTentangPelatihanSertifikasiBlogGaleriFAQKontak
Minta Penawaran
PT Remote Pilot Indonesia

Pusat Pelatihan dan Sertifikasi Remote Pilot terkemuka di Indonesia. Kami berkomitmen untuk menghasilkan pilot drone profesional yang kompeten dan tersertifikasi.

InstagramYouTubeLinkedIn

Navigasi

  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Program Pelatihan
  • Sertifikasi

Dukungan

  • Galeri
  • FAQ
  • Careers
  • Kontak

Kontak

  • [email protected]
  • 0811 319 191

© 2026 PT Remote Pilot Indonesia. All rights reserved.

Kebijakan PrivasiSyarat & KetentuanDisclaimer
Kembali ke Blog
Regulasi|2024-07-09•Tim Remote Pilot

Mengapa Dibatasi 120 Meter? Alasan Ilmiah dan Risiko di Balik Angka Keramat Drone

Angka 120 meter (400 feet) bukan angka acak hasil undian. Ada sejarah darah dan air mata, serta alasan keselamatan penerbangan global yang krusial di baliknya.

Mengapa Dibatasi 120 Meter? Alasan Ilmiah dan Risiko di Balik Angka Keramat Drone
Daftar Isi
  • Langit Itu Berlapis
  • Mengapa Harus 120 Meter?
  • Apa yang Terjadi di Atas 120 Meter?
  • Pengecualian: Kapan Boleh Terbang Lebih Tinggi?
  • Kesimpulan

Langit Itu Berlapis

Bagi orang awam, langit hanyalah ruang kosong biru yang luas. Namun bagi regulator penerbangan (DKPPU, FAA, EASA), langit adalah kue lapis legit yang sangat padat dan kompleks. Di seluruh dunia, batas ketinggian untuk drone kelas Open/Small UAS (<25kg) disepakati seragam: 120 meter (400 kaki) AGL (Above Ground Level).

Mengapa Harus 120 Meter?

Angka ini muncul dari konsep Segregation (Pemisahan Ruang Udara) untuk memisahkan "Pesawat Mainan" dengan "Pesawat Sungguhan".

  1. Zona Drone (0 - 120 meter): Ini adalah lapisan terbawah atmosfer. Umumnya berisi rintangan fisik seperti gedung, menara BTS, dan pohon. Di sini dianggap aman untuk drone karena jarang ada pesawat berawak.
  2. Zona Penyangga / Buffer Zone (120 - 150 meter): Zona setebal 30 meter ini dibiarkan kosong sebagai "bantal keselamatan". Jika drone bablas naik sedikit, atau pesawat turun sedikit, mereka tidak langsung bertabrakan.
  3. Zona Pesawat Berawak (150 meter ke atas / 500 feet+): Aturan global penerbangan (VFR - Visual Flight Rules) menetapkan bahwa pesawat berawak dilarang terbang lebih rendah dari 500 kaki (150 meter) di area non-pemukiman (kecuali saat take-off/landing).

Jadi, batas 120m adalah "pagar keselamatan" agar drone tidak pernah menyundul perut pesawat Cessna, helikopter polisi, atau pesawat latih yang sedang terbang rendah.

Apa yang Terjadi di Atas 120 Meter?

Di atas 120 meter, kecepatan angin biasanya meningkat drastis (Wind Shear).
Risiko:

  • Flyaway: Drone kecil tidak kuat melawan angin kencang di ketinggian, lalu terbawa angin lari menjauh hingga baterai habis dan jatuh di tempat tak dikenal.
  • Hypoxia Baterai: Udara yang lebih tipis dan dingin bisa membuat voltage baterai LiPo drop mendadak.
  • Blind Spot Pilot: Pilot pesawat tidak bisa melihat benda sekecil drone. Andalah yang akan menghancurkan kaca kokpit mereka.

Pengecualian: Kapan Boleh Terbang Lebih Tinggi?

CASR 107.51 memberikan kelonggaran khusus untuk inspeksi struktur tinggi (Vertical Inspection).

Aturan Menara: Anda boleh terbang di atas 120m ASALKAN:

  • Terbang dalam radius lateral 120m dari struktur bangunan (gedung/menara/cerobong asap).
  • Ketinggian maksimal adalah 120m di atas puncak tertinggi struktur tersebut.
Contoh: Anda menginspeksi cerobong asap PLTU setinggi 200 meter.
Batas terbang Anda bukan 120m, tapi 200m + 120m = 320 meter.
Logikanya: Pesawat berawak pasti akan menghindari cerobong asap tersebut. Selama Anda menempel dekat cerobong, Anda terlindungi oleh "bayang-bayang keselamatan" struktur tersebut (Shielding Efeect).

Kesimpulan

Jangan merasa jagoan dengan memodifikasi firmware drone untuk menembus limit 120m atau 500m. Angka itu melindungi nyawa. Langit terlalu sempit untuk keegoisan.

Tags

#altitude limit#120 meter#keselamatan penerbangan#airspace management
Promo

Sertifikasi Pilot Drone

Dapatkan lisensi resmi untuk menerbangkan drone secara legal di Indonesia

Hubungi Kami
Kursus
Logo Pelatihan

Pelatihan Pemetaan Menggunakan Drone

Pelajari teknik pemetaan udara profesional dengan drone

Daftar Sekarang

Artikel Terkait

Sanksi Hukum dan Denda Menerbangkan Drone Tanpa Izin: Jangan Sampai Menyesal!
Regulasi

Sanksi Hukum dan Denda Menerbangkan Drone Tanpa Izin: Jangan Sampai Menyesal!

Terbang sembarangan bisa berujung penjara. Pelajari sanksi hukum dan denda administratif bagi pelanggar regulasi penerbangan drone di Indonesia.

Mengenal KKOP: Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan yang Haram untuk Drone
Regulasi

Mengenal KKOP: Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan yang Haram untuk Drone

Zona Merah bukan sekadar garis di peta, ini adalah area hidup-mati. Pelajari pembagian zona KKOP di sekitar bandara agar drone Anda tidak membahayakan pesawat.

Panduan Mengurus Security Clearance (SC) untuk Misi Pemetaan Udara
Regulasi

Panduan Mengurus Security Clearance (SC) untuk Misi Pemetaan Udara

Langkah pertama sebelum NOTAM. Pelajari prosedur birokrasi mengurus Security Clearance di Kementerian Pertahanan/Mabes TNI untuk proyek drone Anda.