PT Remote Pilot Indonesia
BerandaTentangPelatihanSertifikasiBlogGaleriFAQKontak
Minta Penawaran
PT Remote Pilot Indonesia

Pusat Pelatihan dan Sertifikasi Remote Pilot terkemuka di Indonesia. Kami berkomitmen untuk menghasilkan pilot drone profesional yang kompeten dan tersertifikasi.

InstagramYouTubeLinkedIn

Navigasi

  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Program Pelatihan
  • Sertifikasi

Dukungan

  • Galeri
  • FAQ
  • Careers
  • Kontak

Kontak

  • [email protected]
  • 0811 319 191

© 2026 PT Remote Pilot Indonesia. All rights reserved.

Kebijakan PrivasiSyarat & KetentuanDisclaimer
Kembali ke Blog
Regulasi|2024-08-01•Tim Remote Pilot

Regulasi Drone Thailand (CAAT): Tourism-Friendly tapi Waspada Keamanan

Thailand adalah destinasi wisata top Asia. Regulasi drone mereka balance antara welcome turis dengan drone dan keamanan nasional. Pelajaran untuk Bali.

Regulasi Drone Thailand (CAAT): Tourism-Friendly tapi Waspada Keamanan
Daftar Isi
  • Land of Smiles, Drone-Friendly (dengan Syarat)
  • Kategori Drone Thailand
  • Aturan untuk Turis (Very Light Category)
  • No Fly Zones Thailand (Sangat Extensive)
  • Area yang Relatif Aman untuk Terbang
  • Prosedur untuk Turis
  • Sanksi dan Enforcement
  • Perbedaan dengan Indonesia
  • Pelajaran untuk Indonesia (Khususnya Bali)
  • Kesimpulan

Land of Smiles, Drone-Friendly (dengan Syarat)

Thailand menerima 40 juta turis per tahun (pre-COVID). Banyak yang bawa drone untuk foto Phi Phi Islands, Phuket, atau Grand Palace. CAAT (Civil Aviation Authority of Thailand) sadar ini adalah opportunity, jadi mereka buat regulasi yang relatif tourism-friendly, tapi tetap strict di area sensitif.

Kategori Drone Thailand

CAAT membagi drone berdasarkan berat dan purpose:

  • Very Light (≤2kg): Untuk hobi/fotografi. Paling umum (DJI Mavic, Mini). Relatif mudah prosesnya.
  • Light (2kg-25kg): Untuk komersial. Butuh permit lebih ketat.
  • Medium/Heavy (>25kg): Untuk industrial/agriculture. Butuh full certification.

Aturan untuk Turis (Very Light Category)

Ini yang paling relevan untuk turis Indonesia yang mau ke Thailand:

  • Registrasi Online: Wajib registrasi di CAAT website sebelum terbang. Gratis, tapi butuh passport scan. Mirip SIDOPI Indonesia.
  • Permit (Untuk Area Tertentu): Jika mau terbang di Bangkok, Phuket, atau dekat bandara, butuh permit. Apply online, approval 3-7 hari.
  • Altitude: Max 90 meter (bukan 120m seperti standar global). Thailand lebih konservatif.
  • VLOS: Wajib Visual Line of Sight.
  • Daylight Only: Terbang malam dilarang tanpa special permit.

No Fly Zones Thailand (Sangat Extensive)

Thailand punya No Fly Zone yang luas karena alasan keamanan dan budaya:

  • Royal Palaces: Semua istana kerajaan (Grand Palace Bangkok, Summer Palace Hua Hin) radius 9km adalah strict NFZ. Melanggar bisa kena lèse-majesté law (penghinaan raja) = penjara 15 tahun!
  • Military Bases: Thailand punya banyak instalasi militer. Radius 5km adalah restricted.
  • Temples (Selective): Beberapa temple besar (Wat Pho, Wat Arun) ban drone untuk respect. Tapi tidak semua temple.
  • Airports: Bangkok punya 2 bandara besar (Suvarnabhumi, Don Mueang). Zona KKOP mencakup hampir seluruh Bangkok.
  • Border Areas: Dekat Myanmar, Laos, Cambodia border adalah restricted (drug trafficking concerns).

Area yang Relatif Aman untuk Terbang

Untuk turis, area ini relatively easy dapat approval:

  • Phi Phi Islands: Jauh dari kota besar, tapi harus respect privasi resort guests.
  • Chiang Mai Mountains: Area rural, tapi waspada temple zones.
  • Krabi Beaches: Boleh, tapi avoid peak tourist hours (privacy concerns).
  • Ayutthaya Ruins: Ancient city, boleh terbang tapi butuh permit dari Department of Fine Arts.

Prosedur untuk Turis

  1. Sebelum Berangkat: Registrasi drone di CAAT website (butuh passport, drone serial number, foto drone).
  2. Di Airport: Declare drone di customs. Bawa printout registrasi CAAT.
  3. Sebelum Terbang: Check CAAT app untuk NFZ real-time. Apply permit jika perlu.
  4. Saat Terbang: Simpan registrasi di HP. Jika ditegur security, tunjukkan dokumen.

Sanksi dan Enforcement

Thailand cukup serius, terutama di area royal:

  • Terbang tanpa registrasi: Denda 20,000 THB (Rp 8 juta) + confiscation.
  • Terbang di royal palace zone: Penjara 5-15 tahun (lèse-majesté law). Ini SANGAT SERIUS.
  • Terbang di airport zone: Denda 40,000 THB (Rp 16 juta) + deportasi.

Bandingkan dengan sanksi Indonesia.

Perbedaan dengan Indonesia

  • Tourism Focus: Thailand lebih welcome turis dengan drone (proses online mudah). Indonesia masih grey area untuk turis asing.
  • Royal Sensitivity: Thailand punya lèse-majesté law yang sangat strict. Indonesia tidak punya equivalent.
  • Altitude Limit: Thailand 90m, Indonesia 120m.

Pelajaran untuk Indonesia (Khususnya Bali)

  • Tourism-Friendly Process: Bali bisa adopt sistem online registration untuk turis seperti Thailand.
  • Clear NFZ Map: Thailand punya app dengan real-time NFZ. Indonesia perlu hal serupa.
  • Cultural Sensitivity: Thailand ban drone di temple tertentu. Bali bisa implement hal serupa untuk Pura-pura suci.

Kesimpulan

Thailand berhasil balance antara welcome tourism dan protect security/culture. Indonesia (terutama Bali) bisa belajar dari model ini untuk attract drone tourism sambil respect local values.

Tags

#Thailand drone law#CAAT regulations#tourism drones#ASEAN#Bangkok
Promo

Sertifikasi Pilot Drone

Dapatkan lisensi resmi untuk menerbangkan drone secara legal di Indonesia

Hubungi Kami
Kursus
Logo Pelatihan

Pelatihan Pemetaan Menggunakan Drone

Pelajari teknik pemetaan udara profesional dengan drone

Daftar Sekarang

Artikel Terkait

Sanksi Hukum dan Denda Menerbangkan Drone Tanpa Izin: Jangan Sampai Menyesal!
Regulasi

Sanksi Hukum dan Denda Menerbangkan Drone Tanpa Izin: Jangan Sampai Menyesal!

Terbang sembarangan bisa berujung penjara. Pelajari sanksi hukum dan denda administratif bagi pelanggar regulasi penerbangan drone di Indonesia.

Mengenal KKOP: Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan yang Haram untuk Drone
Regulasi

Mengenal KKOP: Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan yang Haram untuk Drone

Zona Merah bukan sekadar garis di peta, ini adalah area hidup-mati. Pelajari pembagian zona KKOP di sekitar bandara agar drone Anda tidak membahayakan pesawat.

Panduan Mengurus Security Clearance (SC) untuk Misi Pemetaan Udara
Regulasi

Panduan Mengurus Security Clearance (SC) untuk Misi Pemetaan Udara

Langkah pertama sebelum NOTAM. Pelajari prosedur birokrasi mengurus Security Clearance di Kementerian Pertahanan/Mabes TNI untuk proyek drone Anda.