The Aussie Way: Flexible but Firm
Australia (melalui CASA - Civil Aviation Safety Authority) punya reputasi sebagai salah satu regulator penerbangan paling ketat di dunia. Namun, untuk drone, mereka mengambil pendekatan yang surprisingly flexible untuk hobi, tapi sangat tegas dalam enforcement untuk pelanggaran.
Dua Kategori Operasi CASA
1. Excluded Category (Recreational)
Untuk hobi, aturannya cukup longgar:
- Tidak Perlu Lisensi: Berbeda dengan Indonesia yang mulai ketat, Australia tidak wajibkan lisensi untuk hobi.
- Batas Berat 250g: Drone di bawah 250g hampir bebas aturan (mirip DJI Mini series). Tidak perlu registrasi.
- Standard Rules: Max 120m altitude (sama dengan standar global), VLOS, tidak di atas orang, dll.
2. Commercial Operations (RePL Required)
Untuk komersial, butuh RePL (Remote Pilot License):
- Training: Minimal 5 hari training di flight school terakreditasi CASA.
- Exam: Ujian teori (aeronautical knowledge, regulations, meteorology) + ujian praktik.
- Biaya: AUD 2,000-5,000 (Rp 20-50 juta), lebih mahal dari FAA Part 107.
- ReOC (Remote Operator Certificate): Perusahaan yang mau operasi drone komersial juga butuh ReOC (seperti AOC untuk maskapai).
Aturan Unik Australia
1. "120m Rule" dengan Pengecualian
Seperti aturan 120m global, tapi Australia punya pengecualian menarik:
- Boleh terbang hingga 400 feet (122m) di atas struktur jika dalam radius 30m dari struktur tersebut (untuk inspeksi gedung/menara).
- Di area terpencil (>3 nautical miles dari kota), boleh hingga 400 feet tanpa approval.
2. "No Flying Over People" yang Spesifik
Australia sangat spesifik tentang "over people":
- Dilarang terbang di atas orang yang "not under your control" (bukan crew Anda).
- Boleh terbang di atas crew sendiri jika mereka aware dan consent.
- Untuk event publik (>100 orang), butuh approval khusus dari CASA.
3. Bushfire Zones (Zona Kebakaran Hutan)
Ini unik Australia. Selama musim kebakaran hutan (summer), ada Temporary Flight Restriction (TFR) otomatis di sekitar area kebakaran. Melanggar TFR ini bisa kena penjara karena mengganggu operasi pemadam kebakaran.
Enforcement yang Sangat Ketat
Meskipun aturan hobi longgar, CASA sangat serius dalam enforcement:
- Drone Detection System: Bandara besar (Sydney, Melbourne) punya radar anti-drone. Jika detect drone ilegal, langsung dispatch police helicopter.
- Public Reporting: Ada hotline khusus untuk lapor drone ilegal. CASA follow-up semua laporan.
- Sanksi Berat: Denda hingga AUD 11,000 (Rp 110 juta) untuk individu, AUD 55,000 (Rp 550 juta) untuk perusahaan. Penjara hingga 5 tahun untuk kasus serius.
Kasus Terkenal: Gatwick Airport Incident
Meskipun ini terjadi di UK, Australia langsung bereaksi dengan memperkuat enforcement. Sejak 2019, ada beberapa kasus pilot drone Australia yang dipenjara karena terbang dekat bandara. Ini menunjukkan CASA tidak main-main.
Perbedaan dengan Indonesia
| Aspek | Australia (CASA) | Indonesia (CASR) |
|---|---|---|
| Hobi License | Tidak perlu | Tidak perlu (tapi mulai dibahas) |
| Komersial License | RePL (5 hari training) | Remote Pilot (40 jam training) |
| Registrasi | >250g wajib | >250g wajib di SIDOPI |
| Enforcement | Sangat ketat | Masih sporadis |
Pelajaran untuk Indonesia
- Balanced Approach: Longgar untuk hobi (encourage innovation), ketat untuk komersial (ensure safety).
- Technology-Based Enforcement: Invest in drone detection system di bandara-bandara besar Indonesia.
- Public Education: CASA punya campaign edukasi yang bagus. Indonesia perlu hal serupa.
Kesimpulan
Model Australia adalah "trust but verify". Mereka percaya pilot hobi akan bertanggung jawab, tapi siap menindak tegas jika ada pelanggaran. Indonesia bisa adopt model ini: flexible rules, strict enforcement. Ini lebih sustainable daripada birokrasi berat tapi enforcement lemah seperti sekarang.



