The One-to-One Rule: Satu Pilot, Satu Drone
Teknologi drone swarm (kawanan) sudah sangat maju. Kita sering melihat pertunjukan light show di mana ratusan drone terbang bersamaan membentuk logo atau animasi 3D di langit malam. Secara teknis, satu operator bisa mengendalikan puluhan drone sekaligus melalui software otomasi.
Namun, CASR 107.35 tegas menyatakan: "A person may not operate or act as a remote pilot in command or visual observer in the operation of more than one unmanned aircraft at the same time."
Artinya: Satu Pilot, Satu Drone. Titik. Tidak ada pengecualian dalam operasi standar.
Mengapa Aturan Ini Ada?
Prinsip dasar keselamatan penerbangan adalah "See and Avoid". Pilot harus mampu melihat drone dan lingkungan sekitarnya untuk menghindari tabrakan. Otak manusia memiliki keterbatasan kognitif dalam membagi fokus visual dan motorik.
Eksperimen Psikologi: Penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang mencoba mengendalikan dua objek bergerak sekaligus, waktu reaksi terhadap bahaya meningkat hingga 300%. Jika ada helikopter mendekat, pilot yang mengendalikan 2 drone sekaligus akan terlambat bereaksi 3x lipat dibanding pilot yang fokus ke 1 drone.
Apa yang Dilarang?
Anda TIDAK BOLEH:
- Dual Control: Memegang 2 remote controller sekaligus (Mavic di tangan kiri, Phantom di tangan kanan). Ini ilegal meskipun Anda merasa "bisa".
- Automated Swarm (Tanpa Waiver): Menggunakan software seperti Litchi Swarm atau DroneShow untuk menerbangkan 5 drone sekaligus dalam formasi otomatis tanpa izin khusus.
- Merangkap Visual Observer: Anda tidak boleh menjadi pilot drone A sambil menjadi Visual Observer untuk drone B yang diterbangkan orang lain. Fokus Anda harus 100% ke satu peran.
Bagaimana Drone Show Legal Beroperasi?
Pertunjukan drone show komersial (seperti yang sering dilihat di acara pembukaan Asian Games atau perayaan Tahun Baru) menggunakan sistem yang berbeda:
1. Certificate of Waiver (CoW)
Operator profesional mengajukan Waiver ke DKPPU dengan proposal keselamatan yang sangat detail. Mereka harus membuktikan bahwa sistem mereka memiliki:
- Redundansi Ganda: Setiap drone memiliki sistem GPS backup, baterai backup, dan komunikasi backup.
- Geofencing Ketat: Drone tidak bisa keluar dari zona yang sudah diprogramkan meskipun ada error.
- Emergency Landing Protocol: Jika ada 1 drone error, semua drone akan auto-land secara terkoordinasi.
- Multiple Safety Pilots: Meskipun otomatis, ada 3-5 pilot standby yang bisa mengambil alih kontrol manual jika diperlukan.
2. Restricted Airspace
Drone show hanya boleh dilakukan di area yang sudah ditutup sementara (Temporary Flight Restriction). Tidak ada pesawat berawak atau drone lain yang boleh masuk selama pertunjukan.
Solusi Legal untuk Operasi Multi-Drone
Jika Anda butuh merekam dari berbagai sudut sekaligus (misal untuk film), solusinya bukan 1 pilot mengendalikan banyak drone, tapi:
- Multiple Pilots: Sewa 3 pilot, masing-masing mengendalikan 1 drone. Koordinasi melalui radio HT. Ini cara yang legal dan aman.
- Sequential Flight: Terbangkan drone satu per satu, bukan bersamaan. Rekam dari sudut A, landing, ganti drone, rekam dari sudut B.
Sanksi Pelanggaran
Jika Anda ketahuan menerbangkan 2 drone sekaligus tanpa waiver:
- Pencabutan lisensi Remote Pilot sementara (suspension).
- Denda administratif.
- Jika terjadi kecelakaan, pasal kelalaian berat akan aktif karena Anda melanggar aturan dasar.
Kesimpulan
Teknologi mungkin sudah memungkinkan, tapi hukum belum. Jangan coba-coba menerbangkan multiple drone tanpa waiver resmi. Keselamatan publik lebih penting daripada efisiensi produksi video Anda.



