PT Remote Pilot Indonesia
BerandaTentangPelatihanSertifikasiBlogGaleriFAQKontak
Minta Penawaran
PT Remote Pilot Indonesia

Pusat Pelatihan dan Sertifikasi Remote Pilot terkemuka di Indonesia. Kami berkomitmen untuk menghasilkan pilot drone profesional yang kompeten dan tersertifikasi.

InstagramYouTubeLinkedIn

Navigasi

  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Program Pelatihan
  • Sertifikasi

Dukungan

  • Galeri
  • FAQ
  • Careers
  • Kontak

Kontak

  • [email protected]
  • 0811 319 191

© 2026 PT Remote Pilot Indonesia. All rights reserved.

Kebijakan PrivasiSyarat & KetentuanDisclaimer
Kembali ke Blog
Regulasi|2024-08-12•Tim Remote Pilot

Regulasi Drone untuk Konstruksi dan Surveying: Izin, Lisensi, dan Koordinasi dengan ATC

Drone untuk surveying konstruksi dan pemetaan punya aturan khusus, terutama jika di area urban atau dekat bandara. Pahami prosedur koordinasi dengan ATC.

Regulasi Drone untuk Konstruksi dan Surveying: Izin, Lisensi, dan Koordinasi dengan ATC
Daftar Isi
  • Drone Surveying: Efisiensi vs Kompleksitas Regulasi
  • Kenapa Construction Drone Lebih Kompleks?
  • Aturan Dasar untuk Construction Drone
  • Operasi di Gedung Tinggi (>120m)
  • Privacy Concerns di Urban Area
  • Data Security dan Ownership
  • Insurance untuk Construction Drone
  • Best Practices
  • Kesimpulan

Drone Surveying: Efisiensi vs Kompleksitas Regulasi

Drone untuk surveying dan mapping bisa kurangi waktu survey dari minggu jadi hari, dan cost hingga 70%. Tapi operasi di construction sites (terutama urban) punya kompleksitas regulasi yang tinggi karena proximity ke bandara, residential areas, dan infrastructure kritis.

Kenapa Construction Drone Lebih Kompleks?

  • Urban Locations: Banyak project konstruksi di kota besar yang dekat zona KKOP bandara.
  • Height Restrictions: Gedung tinggi bisa exceed 120m altitude limit.
  • Dynamic Environment: Construction site constantly changing (crane movements, worker locations).
  • Frequent Operations: Survey berkala (weekly/monthly) butuh repeated flight approvals.

Aturan Dasar untuk Construction Drone

Berdasarkan CASR 107:

1. Remote Pilot License Wajib

Ini adalah operasi komersial, jadi wajib punya:

  • Remote Pilot License dari DKPPU.
  • Training 40 jam + ujian teori + praktik.
  • Medical certificate (Class 2).

2. Koordinasi dengan ATC (Jika di Controlled Airspace)

Jika construction site dalam radius 10km dari bandara:

  • Submit Flight Plan: Ke AirNav Indonesia minimal 3 hari kerja sebelum operasi.
  • NOTAM (Notice to Airmen): AirNav akan issue NOTAM untuk inform manned aircraft.
  • Real-Time Coordination: Harus ada radio communication dengan ATC tower selama operations.
  • Altitude Restriction: Biasanya dibatasi 50-80m (bukan 120m standard) jika dekat airport.

3. Site-Specific Risk Assessment

Harus submit ke client dan authorities:

  • Hazard identification (crane paths, power lines, worker areas).
  • Emergency procedures (jika drone malfunction di atas construction site).
  • Communication plan (dengan site manager, workers).

Operasi di Gedung Tinggi (>120m)

Ini tricky. Untuk inspect gedung >120m (misal: apartemen 40 lantai):

  • Waiver Required: Apply altitude waiver ke DKPPU.
  • Justification: Prove bahwa inspection dari ground tidak feasible.
  • Radius Restriction: Harus stay within 30m horizontal dari struktur gedung.
  • Visual Observer: Wajib punya VO di rooftop untuk monitor.

Approval rate ~60%, processing time 2-4 minggu.

Privacy Concerns di Urban Area

Construction site di urban sering dekat residential:

  • Camera Angle: Avoid pointing camera ke residential windows. Lihat aspek hukum privasi.
  • Flight Path: Plan route yang minimize overflight residential areas.
  • Community Notice: Inform residents 48 jam sebelum operations (via building management).

Data Security dan Ownership

Survey data sering sensitive (building plans, security layouts):

  • NDA (Non-Disclosure Agreement): Wajib dengan client.
  • Data Encryption: Encrypt all survey data (photos, point clouds, models).
  • Data Retention Policy: Clear agreement tentang berapa lama data disimpan dan siapa yang own.

Insurance untuk Construction Drone

  • Professional Liability: Min Rp 1 miliar (jika survey data error cause construction mistake).
  • Equipment Insurance: Cover drone loss/damage (construction site adalah high-risk environment).
  • Third-Party Liability: Min Rp 500 juta (jika drone jatuh ke worker atau equipment).

Best Practices

  • Site Coordination Meeting: Pre-flight meeting dengan site manager, safety officer, crane operators.
  • Safety Briefing: Brief semua workers tentang drone operations (jangan throw objects, avoid sudden movements).
  • Weather Monitoring: Construction sites sering punya wind turbulence (dari gedung tinggi). Check wind real-time.
  • Backup Plan: Selalu punya backup date jika weather tidak cooperate.

Kesimpulan

Construction drone surveying adalah lucrative market (fee Rp 5-20 juta per project), tapi regulasi complexity tinggi. Success key adalah thorough planning, proper coordination, dan maintain good relationship dengan ATC dan site management.

Tags

#construction drone#surveying#pemetaan#ATC coordination#urban operations
Promo

Sertifikasi Pilot Drone

Dapatkan lisensi resmi untuk menerbangkan drone secara legal di Indonesia

Hubungi Kami
Kursus
Logo Pelatihan

Pelatihan Pemetaan Menggunakan Drone

Pelajari teknik pemetaan udara profesional dengan drone

Daftar Sekarang

Artikel Terkait

Sanksi Hukum dan Denda Menerbangkan Drone Tanpa Izin: Jangan Sampai Menyesal!
Regulasi

Sanksi Hukum dan Denda Menerbangkan Drone Tanpa Izin: Jangan Sampai Menyesal!

Terbang sembarangan bisa berujung penjara. Pelajari sanksi hukum dan denda administratif bagi pelanggar regulasi penerbangan drone di Indonesia.

Mengenal KKOP: Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan yang Haram untuk Drone
Regulasi

Mengenal KKOP: Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan yang Haram untuk Drone

Zona Merah bukan sekadar garis di peta, ini adalah area hidup-mati. Pelajari pembagian zona KKOP di sekitar bandara agar drone Anda tidak membahayakan pesawat.

Panduan Mengurus Security Clearance (SC) untuk Misi Pemetaan Udara
Regulasi

Panduan Mengurus Security Clearance (SC) untuk Misi Pemetaan Udara

Langkah pertama sebelum NOTAM. Pelajari prosedur birokrasi mengurus Security Clearance di Kementerian Pertahanan/Mabes TNI untuk proyek drone Anda.