PT Remote Pilot Indonesia
BerandaTentangPelatihanSertifikasiBlogGaleriFAQKontak
Minta Penawaran
PT Remote Pilot Indonesia

Pusat Pelatihan dan Sertifikasi Remote Pilot terkemuka di Indonesia. Kami berkomitmen untuk menghasilkan pilot drone profesional yang kompeten dan tersertifikasi.

InstagramYouTubeLinkedIn

Navigasi

  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Program Pelatihan
  • Sertifikasi

Dukungan

  • Galeri
  • FAQ
  • Careers
  • Kontak

Kontak

  • [email protected]
  • 0811 319 191

© 2026 PT Remote Pilot Indonesia. All rights reserved.

Kebijakan PrivasiSyarat & KetentuanDisclaimer
Kembali ke Blog
Regulasi|2024-07-13•Tim Remote Pilot

Menerbangkan Drone dari Mobil atau Kapal Bergerak: Legal atau Ilegal?

Mengikuti mobil balap atau syuting dari perahu speedboat adalah teknik cinematic tingkat tinggi. Namun, kapan operasi 'Moving Vehicle' ini diizinkan hukum dan kapan jadi pidana?

Menerbangkan Drone dari Mobil atau Kapal Bergerak: Legal atau Ilegal?
Daftar Isi
  • Tantangan Dinamis: Pilot yang Bergerak
  • Aturan Dasar Operasi dari Kendaraan Bergerak
  • Risiko Teknis dan Solusinya
  • Kesimpulan

Tantangan Dinamis: Pilot yang Bergerak

Dalam dunia sinematografi drone, shot yang diambil sambil bergerak (tracking shot) seringkali menghasilkan visual yang paling dramatis. Bayangkan merekam yacht yang sedang melaju kencang di laut lepas, atau mengikuti mobil rally di sirkuit tertutup. Dalam skenario ini, pilot tidak mungkin diam di satu titik stasioner karena drone akan cepat hilang dari jangkauan VLOS (Visual Line of Sight).

Pertanyaannya: Bolehkah pilot mengendalikan drone sambil duduk di dalam mobil atau perahu yang sedang berjalan? Jawabannya ada di CASR 107.25.

Aturan Dasar Operasi dari Kendaraan Bergerak

Regulasi membedakan aturan berdasarkan lokasi operasinya (Darat vs Air).

1. Operasi dari Kendaraan Darat (Mobil/Motor/Kereta)

Anda BOLEH menerbangkan drone dari kendaraan darat yang bergerak, HANYA JIKA memenuhi syarat mutlak berikut:

  • Area Terpencil (Sparsely Populated): Anda hanya boleh melakukannya di area yang sangat sepi penduduk. Tidak boleh di jalan raya umum, tidak boleh di perkotaan. Contoh yang legal: Di tengah gurun pasir, di area persawahan luas yang kosong, atau sirkuit tertutup.
  • Pilot Bukan Pengemudi: Ini sangat krusial. Pilot (RPIC) TIDAK BOLEH merangkap tugas sebagai supir mobil. Harus ada orang lain yang menyetir, sementara pilot fokus penuh ke layar dan drone.
  • Dilarang Mengangkut Properti: Operasi ini tidak boleh bertujuan untuk mengangkut barang (drone delivery) untuk kompensasi. Ini aturan khusus logistik.

2. Operasi dari Kendaraan Air (Perahu/Kapal)

Aturannya sedikit lebih longgar. Anda BOLEH menerbangkan drone dari perahu yang bergerak, meskipun tidak di area terpencil, ASALKAN tidak membahayakan keselamatan orang lain. Logikanya, risiko di air lebih rendah daripada di jalan raya aspal.

3. Operasi dari Pesawat Udara (Aircraft)

Anda DILARANG KERAS (STRICTLY PROHIBITED) mengendalikan drone sambil berada di dalam pesawat terbang lain (misal dari helikopter atau cessna). Ini sangat berbahaya karena risiko disorientasi dan tabrakan udara.

Risiko Teknis dan Solusinya

Terbang dari kendaraan bergerak memiliki risiko teknis yang unik yang tidak ditemukan di operasi stasioner.

Bahaya RTH (Return to Home)

Ini adalah pembunuh drone nomor satu di laut.
Skenario: Anda take-off dari kapal. Kapal bergerak maju sejauh 2 KM. Tiba-tiba sinyal putus.
Masalah: Drone akan otomatis mengaktifkan RTH. Ke mana ia pulang? Ke titik Home Point Original (lokasi kapal 10 menit yang lalu). Padahal kapal sudah pindah.
Akibat: Drone akan terbang ke titik kosong di tengah laut, kehabisan baterai, dan tenggelam (Water Landing).

Solusi Wajib:

  • Gunakan fitur Dynamic Home Point. Update Home Point secara berkala ke lokasi GPS Remote Controller (bukan lokasi Take-off).
  • Atau, set Failsafe Action menjadi Hover/Landing (jika di darat), jangan RTH.

Turbulensi dan Kompas

Jangan pernah melakukan kalibrasi kompas di atas geladak kapal besi atau di dalam mobil. Besi akan mengacaukan magnetometer. Kalibrasi lah di darat/dermaga kayu sebelumnya.

Kesimpulan

Mengendalikan drone dari kendaraan bergerak adalah skill tingkat lanjut (Advanced Rating). Pastikan Anda paham regulasi CASR 107 sebelum mencoba. Jangan sampai aksi keren Anda berakhir dengan drone tenggelam atau menabrak mobil orang lain.

Tags

#moving vehicle#kapal#mobil#tracking#CASR 107.25
Promo

Sertifikasi Pilot Drone

Dapatkan lisensi resmi untuk menerbangkan drone secara legal di Indonesia

Hubungi Kami
Kursus
Logo Pelatihan

Pelatihan Pemetaan Menggunakan Drone

Pelajari teknik pemetaan udara profesional dengan drone

Daftar Sekarang

Artikel Terkait

Sanksi Hukum dan Denda Menerbangkan Drone Tanpa Izin: Jangan Sampai Menyesal!
Regulasi

Sanksi Hukum dan Denda Menerbangkan Drone Tanpa Izin: Jangan Sampai Menyesal!

Terbang sembarangan bisa berujung penjara. Pelajari sanksi hukum dan denda administratif bagi pelanggar regulasi penerbangan drone di Indonesia.

Mengenal KKOP: Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan yang Haram untuk Drone
Regulasi

Mengenal KKOP: Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan yang Haram untuk Drone

Zona Merah bukan sekadar garis di peta, ini adalah area hidup-mati. Pelajari pembagian zona KKOP di sekitar bandara agar drone Anda tidak membahayakan pesawat.

Panduan Mengurus Security Clearance (SC) untuk Misi Pemetaan Udara
Regulasi

Panduan Mengurus Security Clearance (SC) untuk Misi Pemetaan Udara

Langkah pertama sebelum NOTAM. Pelajari prosedur birokrasi mengurus Security Clearance di Kementerian Pertahanan/Mabes TNI untuk proyek drone Anda.