Laik Udara (Airworthiness): Bukan Sekedar Istilah Teknis
Dalam CASR 107, ada pasal krusial yang sering diabaikan: "Pilot tidak boleh menerbangkan drone yang tidak laik udara (Not Airworthy)." Apa artinya "laik udara"? Artinya, drone harus dalam kondisi teknis yang aman untuk terbang sesuai standar pabrikan.
Jika drone Anda jatuh dan menimpa orang, penyidik KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) akan memeriksa bangkai drone dan Maintenance Log Anda. Mereka akan mencari bukti kelalaian.
Apa yang Dianggap Kelalaian Perawatan?
Berikut adalah contoh nyata yang bisa membuat Anda dipidana dengan pasal Gross Negligence (Kelalaian Berat):
1. Baterai Kembung (Swollen Battery)
Baterai LiPo memiliki siklus hidup (cycle life) terbatas, biasanya 200-300 kali charge. Setelah itu, baterai akan mulai kembung (swelling) karena reaksi kimia internal. Baterai kembung sangat berbahaya karena bisa meledak atau menyebabkan voltage drop mendadak saat terbang.
Kasus Hukum: Jika investigasi menemukan bahwa drone jatuh karena baterai kembung yang sudah terlihat jelas bengkak tapi tetap dipakai, pilot dianggap Knowingly Operating Unsafe Equipment. Ini adalah tindak pidana. Anda tahu drone rusak, tapi tetap dipaksa terbang.
2. Motor Berkarat atau Bearing Aus
Drone yang sering terbang di pantai (air laut) atau hujan tanpa dibersihkan akan mengalami korosi pada motor brushless. Motor yang berkarat akan kehilangan efisiensi dan bisa macet mendadak (motor seizure).
Kewajiban: Setelah terbang di lingkungan ekstrem, pilot wajib membersihkan motor dengan compressed air dan memeriksa bearing. Jika ada suara kasar (grinding), motor harus diganti.
3. Firmware Tidak Diupdate
Pabrikan seperti DJI sering merilis update firmware yang memperbaiki bug keselamatan kritis (misal: bug GPS yang menyebabkan flyaway). Jika Anda mengabaikan update dan drone jatuh karena bug yang sudah diperbaiki di firmware terbaru, Anda bisa dianggap lalai.
Best Practice: Selalu update firmware sebelum pekerjaan penting. Tapi jangan update di lapangan sebelum terbang (risiko bricking). Update di rumah, lalu test flight dulu.
Maintenance Log: Dokumen Legal Wajib
Sama seperti Pre-Flight Checklist, Anda wajib mencatat semua kegiatan perawatan di Maintenance Logbook. Catat:
- Tanggal penggantian propeller.
- Tanggal penggantian baterai.
- Tanggal kalibrasi IMU/Kompas.
- Tanggal update firmware (versi lama → versi baru).
- Hasil inspeksi motor (OK/Replaced).
Jika terjadi kecelakaan yang wajib dilaporkan, logbook ini adalah bukti bahwa Anda sudah melakukan due diligence (kewajiban perawatan).
Kapan Harus Service Profesional?
Untuk drone komersial (digunakan untuk pekerjaan berbayar), beberapa negara mewajibkan service berkala di bengkel resmi setiap 100 jam terbang atau 6 bulan (mana yang lebih dulu). Di Indonesia, aturan ini belum eksplisit, tapi sangat direkomendasikan untuk drone kelas Inspire atau Matrice yang digunakan untuk operasi komersial.
Kesimpulan
Perawatan drone bukan buang uang, tapi investasi keselamatan dan perlindungan hukum. Jika Anda tidak punya budget untuk ganti baterai kembung, maka Anda tidak punya budget untuk terbang. Jangan korbankan nyawa orang lain demi menghemat Rp 500 ribu.



