PT Remote Pilot Indonesia
BerandaTentangPelatihanSertifikasiBlogGaleriFAQKontak
Minta Penawaran
PT Remote Pilot Indonesia

Pusat Pelatihan dan Sertifikasi Remote Pilot terkemuka di Indonesia. Kami berkomitmen untuk menghasilkan pilot drone profesional yang kompeten dan tersertifikasi.

InstagramYouTubeLinkedIn

Navigasi

  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Program Pelatihan
  • Sertifikasi

Dukungan

  • Galeri
  • FAQ
  • Careers
  • Kontak

Kontak

  • [email protected]
  • 0811 319 191

© 2026 PT Remote Pilot Indonesia. All rights reserved.

Kebijakan PrivasiSyarat & KetentuanDisclaimer
Kembali ke Blog
Sertifikasi|2024-06-19•Tim Remote Pilot

Mengenal NOTAM dan Izin Terbang (Flight Approval): Prosedur Legal di Indonesia

Memiliki lisensi remote pilot bukan berarti bebas terbang di mana saja. Pelajari alur koordinasi dengan AirNav melalui Flight Approval dan NOTAM.

Mengenal NOTAM dan Izin Terbang (Flight Approval): Prosedur Legal di Indonesia
Daftar Isi
  • Izin Terbang: Syarat Mutlak Operasi Komersial
  • 1. Alur Pengurusan Izin Terbang (Flight Approval)
  • 2. Apa Itu NOTAM?
  • 3. Cara Membaca Pesan NOTAM
  • 4. Kapan Anda Wajib Punya Izin Terbang?
  • Kesimpulan

Izin Terbang: Syarat Mutlak Operasi Komersial

Dalam komunitas drone, sering muncul perdebatan: "Kalau saya sudah punya Sertifikat Remote Pilot (RPC) dan drone sudah terdaftar di SIDOPI GO, apakah saya masih butuh izin setiap kali terbang?" Jawabannya adalah YA, terutama jika Anda melakukan kegiatan komersial atau terbang di wilayah udara yang dikendalikan (controlled airspace).

Memiliki lisensi adalah bukti kompetensi individu, sedangkan Flight Approval (FA) adalah izin penggunaan ruang udara pada waktu dan lokasi tertentu. Tanpa FA, operasi drone Anda tidak akan terlindungi secara hukum jika terjadi konflik dengan pesawat berawak. Koordinasi ini dilakukan melalui AirNav Indonesia dan diterbitkan dalam bentuk NOTAM (Notice to Airmen).

1. Alur Pengurusan Izin Terbang (Flight Approval)

Prosedur pengurusan izin di Indonesia melibatkan beberapa tahapan birokrasi yang sistematis untuk menjamin keselamatan penerbangan nasional:

  • Security Clearance (SC): Sebelum ke AirNav, Anda wajib mendapatkan SC dari Kementerian Pertahanan atau TNI AU (Mabes AU). Tujuannya adalah memastikan misi Anda (misalnya pemetaan atau syuting film) tidak membocorkan rahasia negara atau objek vital nasional.
  • Pengajuan ke AirNav Indonesia: Setelah SC terbit, Anda mengajukan permohonan penggunaan ruang udara melalui portal FATLAS atau secara manual ke kantor AirNav cabang setempat. Lampirkan koordinat area (WGS84), radius terbang, ketinggian maksimal, dan jangka waktu operasi.
  • Evaluasi dan Persetujuan: AirNav akan mengecek apakah area Anda beririsan dengan jalur penerbangan komersial, KKOP bandara, atau zona militer aktif. Jika aman, surat Flight Approval akan diterbitkan.

2. Apa Itu NOTAM?

Notice to Airmen (NOTAM) adalah pemberitahuan yang disebarkan kepada seluruh komunitas penerbangan tentang adanya aktivitas atau perubahan fasilitas penerbangan. Ketika izin terbang drone Anda disetujui, AirNav akan menerbitkan NOTAM khusus.

Isi NOTAM memberitahu pilot pesawat berawak lainnya untuk waspada karena di koordinat X pada ketinggian Y sedang ada aktivitas pesawat udara tanpa awak. Ini adalah "pagar pelindung" digital Anda di langit.

3. Cara Membaca Pesan NOTAM

Pesan NOTAM biasanya dalam format teks yang terlihat kaku. Berikut contoh isinya:
"UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) OPS WILL TAKE PLACE RADIUS 500M CENTERED ON 061234S1064522E (JAKARTA AREA) SFC-400FT AGL."
Artinya: Ada aktivitas drone dalam radius 500 meter dari koordinat yang ditentukan, dari permukaan (SFC) hingga 400 kaki di atas tanah.

4. Kapan Anda Wajib Punya Izin Terbang?

Anda wajib mengurus izin terbang jika memenuhi salah satu kondisi berikut:

  1. Terbang di area Controlled Airspace (dekat bandara atau jalur lalu lintas udara).
  2. Terbang di atas ketinggian 120 meter (400 kaki).
  3. Melakukan kegiatan komersial (bisnis/proyek kerja).
  4. Menerbangkan drone dengan berat di atas 25 kg.
  5. Terbang di wilayah yang masuk dalam VFR Chart sebagai area terlarang atau terbatas.

Kesimpulan

Kepatuhan terhadap NOTAM dan Flight Approval memisahkan antara "drone user" biasa dengan "Remote Pilot" profesional. Meskipun terlihat rumit, prosedur ini adalah standar global untuk menjaga langit tetap aman bagi semua pihak. Rencanakan misi Anda minimal 14 hari sebelumnya agar proses birokrasi tidak menghambat jadwal kerja Anda. Keselamatan adalah prioritas utama, legalitas adalah kewajiban.

Tags

#NOTAM#Flight Approval#AirNav#izin terbang#keamanan udara
Promo

Sertifikasi Pilot Drone

Dapatkan lisensi resmi untuk menerbangkan drone secara legal di Indonesia

Hubungi Kami
Kursus
Logo Pelatihan

Pelatihan Pemetaan Menggunakan Drone

Pelajari teknik pemetaan udara profesional dengan drone

Daftar Sekarang

Artikel Terkait

Langkah demi Langkah Mendapatkan Sertifikasi Pilot Drone di Indonesia (Panduan Komprehensif)
Sertifikasi

Langkah demi Langkah Mendapatkan Sertifikasi Pilot Drone di Indonesia (Panduan Komprehensif)

Ingin berkarir profesional sebagai pilot drone? Simak panduan lengkap langkah demi langkah mendapatkan sertifikasi resmi dari Kemenhub, rincian biaya, hingga terbitnya lisensi SIDOPI.

Mengenal Tingkatan Sertifikasi Pilot Drone: Dari Basic ke Advance (Panduan Karir)
Sertifikasi

Mengenal Tingkatan Sertifikasi Pilot Drone: Dari Basic ke Advance (Panduan Karir)

Bingung bedanya sertifikasi Basic dan Advance? Simak panduan lengkap jenjang karir pilot drone agar Anda tidak salah pilih lisensi.

Keuntungan Memiliki Sertifikasi Pilot Drone Resmi bagi Profesional (Jangan Sampai Rugi!)
Sertifikasi

Keuntungan Memiliki Sertifikasi Pilot Drone Resmi bagi Profesional (Jangan Sampai Rugi!)

Masih ragu mengeluarkan uang untuk sertifikasi? Temukan analisis ROI dan 5 keuntungan strategis memiliki sertifikasi pilot drone resmi untuk lonjakan karir Anda.