Liburan Bawa Drone? Baca Ini Dulu!
Indonesia itu surga visual. Bali, Labuan Bajo, Raja Ampat. Rasanya gatal jika tidak mendokumentasikannya dengan drone. Tapi ingat, tempat wisata adalah ruang publik (Public Space). Gesekan antara pilot drone dan turis lain sering terjadi karena masalah privasi dan kebisingan.
Banyak tempat wisata kini memasang tanda "No Drone Zone". Mengapa? Dan bagaimana cara terbang yang santun agar tidak diusir satpam? Berikut panduan etika pilot drone traveler.
1. Cek Aturan Lokal (Kearifan Lokal)
Setiap daerah punya aturan tak tertulis.
- Pura/Tempat Ibadah (Bali): Di Bali, Pura adalah area suci. Dilarang menerbangkan drone tepat di atas Pura, apalagi saat ada upacara. Ini dianggap tidak sopan dan mengganggu kekhusyukan. Terbanglah dari jarak jauh (long shot) saja.
- Taman Nasional: TN Komodo atau Bromo memiliki aturan ketat. Suara bising drone bisa mengganggu satwa liar. Anda wajib mengurus Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) dan izin khusus penggunaan drone komersial.
2. Privasi Orang Lain (GDPR)
Jangan menjadi "Paparazzi Udara".
- Jangan terbang rendah di atas kolam renang hotel/villa orang lain.
- Jangan mengikuti (tracking) turis asing yang sedang berjemur tanpa izin.
- Dalam etika internasional, merekam wajah orang tanpa consent (persetujuan) adalah pelanggaran privasi. Jika ada yang komplain, segera turunkan drone, minta maaf, dan hapus footagenya di depan mereka.
3. Jangan Terbang di Atas Kerumunan (Crowd)
Regulasi CASR 107 jelas melarang penerbangan di atas kerumunan manusia terbuka (Open Air Assembly). Jika drone jatuh karena gagal baterai, baling-balingnya bisa menyayat kulit dan menyebabkan luka serius. Terbanglah di sisi (peripheral) kerumunan, bukan di atas kepalanya.
4. Suara Bising (Noise Pollution)
Orang ke pantai cari ketenangan deburan ombak. Suara "engiiiing" drone Anda merusak suasana zen itu.
- Tips: Terbanglah tinggi (> 50 meter) agar suara tersamarkan angin.
- Jangan hovering (diam) terlalu lama di satu titik dekat orang.
- Take off dan landing cari tempat sepi, jangan di tengah keramaian turis.
5. Izin Pengelola
Di tempat wisata berbayar (seperti Candi Borobudur), izin tiket masuk biasanya TIDAK termasuk izin drone. Ada biaya tambahan (charge) atau prosedur izin ke manajemen. Jangan kucing-kucingan. Petugas keamanan sekarang sudah paham drone dan bisa menyita alat Anda.
Kesimpulan
Jadilah duta drone yang baik. Satu pilot yang berulah (nabrak turis atau mengganggu upacara), dampaknya adalah aturan pelarangan total untuk semua pilot sesudahnya. Fly safe, fly respectful, and enjoy the holiday!

